Oh hati,..Dirimu kini,..

0 komentar

Cinta sejati adalah melepaskan. Catat itu baik-baik, tanyakan pada pujangga kelas dunia, hingga pujangga amatiran narsis tere liye, semua bersepakat,.
Cinta sejati adalah melepaskan, lepaskan dia jauh-jauh, maka kalau memang berjodoh, skenario menakjubkan akan terjadi.

Allah itu mendengar, bahkan desah tersembunyi anak manusia di pojok kamar paling gelap, paling sudut, di salah-satu kampung paling terpencil, paling jauh dari peradaban, paling tidak ada aksesnya. Jodoh itu misteri. *Tere Liye*

#berusaha menata hati&langkah setelah ceramah pagi bersama Deep Blue

Akhirnya kuposting kalimat di atas sembari sesekali mata ini menggulirkan cairan bening,.. ntah harus kukatakan apa atas yang kutangisi.

Seolah momen ceramah pagi hari ini telah diatur sedemikian rupa oleh Sang Pengatur setelah malamnya mendapat kabar bahagia dari teman terdekatku semasa kuliah bahwa sepekan kemudian ia akan melangsungkan walimah. Isi ceramah dan perjalanan sang teman mengandung makna cerita yang sungguh memporakporandakan hatiku sendiri. Bukan tidak bahagia atau merasa tidak senang dengan hal itu semua, bukaan.
Tapi karena hati ini,. melalui cara itu seolah dipaksa dan harus disadarkan,. Oh hati,..dirimu kini,..


 

TTM (Tentang Tahta Mahameru)

4 komentar


Bismillah..
 
Menemukannya telah terduduk manis di salah satu sudut kamar dengan masih terbungkus rapi. Kuamati tulisan yang ada di bungkusan cokelat tersebut dan seketika girang tak terkira saat membacanya. Perlahan dan hati-hati kubuka bungkusannya, khawatir membuat kesalahan yang akan merusak apa yang terbungkus di dalamnya. Berhasil membukanya dengan baik dan tralaaaaaaaa… sebuah buku yang lebih tepatnya disebut novel berjudul “TAHTA MAHAMERU” yang merupakan sebuah karya darimu..mb Azzura Dayana..

Lama kuamati sampul depannya dengan gradasi warna birunya yang indah sambil tak lupa mengucap hamdalah berulang kali. Pertama kalinya dalam hidup saya hingga detik ini mendapatkan sebuah novel terbaru dari penulisnya langsung lengkap dengan ‘surat cinta’ di dalamnya. Trimakasih tak terhingga kuucapkan padamu mbku yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung (^_^)..mb yana..yang telah bermurah hati dan menyempatkan diri mengirimkannya kepadaku.

Saat itu juga kuputuskan langsung membacanya. Mengabaikan dulu beberapa tugas kuliah di beberapa hari ke depan, toh kepalaku memang sedang butuh kata lain dari sekedar mengerjakan tugas, heheee.. huuuummmmm segera membuka lembar demi lembar, part demi part, dan tak terasa menamatkannya dalam waktu sehari. Inilah yang akan kutuliskan mengenai apa yang telah kubaca itu…

 Sangat menikmati novel ini,..mungkin itu yang bisa kukatakan sebagai pembaca. Menikmati suguhan setting tempat yang ada dalam cerita ini yang kesemuanya seolah bisa tergambar jelas di pelupuk mata, mengalir bersama barisan huruf yang terangkai.  Walaupun judulnya tertulis Tahta Mahameru, namun bukan hanya Mahameru itu sendiri yang tercerita di dalamnya. Ada tiga tempat luar biasa yang dimiliki Indonesia yang tertuang dalam cerita ini yaitu Borobudur, Ranu Pane dan Mahamerunya, serta Tanjung Bira yang letaknya di Kab. Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Bagaimana bentuk Borobudur yang serupa teratai dari atas (hal:2), membayangkan sejuknya danau Pane dengan bentuknya yang menyerupai daun telinga, ada semilir angin laut yang khas dari pantai indah yang pasirnya laksana tepung terigu di Bira, dan keindahan-keindahan lainnya yang kutemukan dalam novel ini.

Tidak hanya terkesan dengan setting tempatnya, namun penggabungan antara Indonesia bagian barat dan timur atau mungkin lintas budaya Indonesia barat dan timur yang sangat terasa dengan bahasa para tokoh di dalamnya. Ada Faras dengan aksen jawa tengahnya, ada Mareta yang ber elu-gue dan Aros dengan logat Bira nya yang kental. Semakin sempurna menyeret saya semakin larut dan menghabiskan lembar demi lembar tanpa terasa.

Bukan hanya bercerita mengenai keindahan semata, namun juga berbagi nilai kehidupan dan keyakinan mengenai Sang Pencipta. Tidak selamanya orang yang jahat akan menjadi jahat selamanya karena kehidupan senantiasa menawarkan jalan untuk menemukan kebaikan. Itu yang kusimpulkan dari tokoh Ikhsan yang dengan petualangan dan perenungannya akhirnya menemukan nilai kebaikan itu. Dibantu oleh orang terbaik yang dihadirkan dalam kehidupannya yaitu Fikri dan Faras. Mereka menggambarkan bagaimana sebuah ikatan persaudaraan/persahabatan/ukhuwah tidak hanya sebatas kata namun menjadi makna yang mungkin tidak harus tertulis dalam kata.

Menjadi haru saat cerita mulai melibatkan sosok Ando’ dan Ambe’. Saat  Ando’ membuatkan teh saat Ikhsan dan Aros berkunjung menemui Ambe’. Bagaimana seorang Ando’ yang sudah cukup tua tetap berusaha menjamu tamu dari anaknya. Seolah bisa membayangkan adegan percakapan itu, melihat ibu yang sudah cukup tua dengan perlahan meletakkan gelas berisi minuman untuk disuguhkan -seketika ingat ibuuuu sendiri..hiks- dan saat Ambe’ bersama Ikhsan menyaksikan pelepasan pinisi. Gaya bercerita yang bisa membuat saya seolah membayangkan rangkaian huruf-huruf itu terjadi di depan mata saya. 

 “Saya jatuh hati pada masyarakat Bugis, Ambe’. Jatuh hati melihat karakter ulung mereka. Jatuh hati pada butta panrita lopi ini. Kekuatan dan keindahan menyatu di sini. Rasanya saya mendapatkan hal-hal berharga…”
Jatuh hati tidak selalu harus terjadi pada hubungan dua anak manusia, antara pria dan wanita, namun ada jenis jatuh hati lain yang rupanya ditemukan Ikhsan dalam potongan kisah di dalam novel ini dan itu indaaahh..

Menemukan sedikit kebingungan saat Ikhsan berdialog dengan pak Arman mengenai pembuatan pinisi. Ikhsan memanggil pak Arman dengan sebutan Ambe’. Sepengetahuan saya, sebutan Ambe’ biasanya digunakan untuk memanggil bapak/ayah, untuk posisi pak Arman biasanya dengan sebutan puang. 

Puas dibawa berselancar secara imajinasi mengagumi Bira, kita dibawa beralih ke Ranu Pane. Bahkan pada part 27 memang dituliskan dari Makassar hingga Ranu Pane. Mengagumi penggambaran danau Pane hingga pendakian ke Semeru untuk mencapai puncak Mahameru. Tergambar cukup detail bagaimana jika pendakian dilakukan untuk mencapai Mahameru. Saya yang belum pernah memiliki pengalaman pendakian sebagaimana Faras dan kawan-kawannya, ikut deg-degan sepanjang pendakian yang mereka lakukan.  Kembali nilai kehidupan dituliskan di sini saat Faras tengah memandangi Ranu Kombolo di hadapannya, dan dari belakang Ikhsan mengatakan “Aku tidak pernah berniat menaklukkan gunung. Mendaki gunung hanyalah bagian kecil dari pengabdian… pengabdianku kepada Yang Maha Kuasa!”. Segala sesuatu yang kita lakukan memang sudah seharusnya semata-mata karenaNya..

Ahhh tak mampu lagi menulis lebih banyak, itulah sedikit kesan yang bisa kuceritakan dengan sederhana setelah membaca Tahta Mahameru. Jika ada sebuah lagu berjudul “Antara Anyer dan Jakarta”, maka dalam novel ini kukatakan antara “Borobudur-Tanjung Bira (Bulukumba,Makassar)-Ranu Pane&Mahamerunya”. Mengekplorasi ketiga tempat tersebut dengan kisah tokoh-tokoh yang tidak kalah menariknya.



NB:
Tulisan ini lahir karena mendapat PR dari yang 'empu'nya karya #Lirik mb Yana. Cuma bisa nulis kaya’ gini,..ntah ini sesuai dengan PR yang diberikan atau belum. Jadi mohon maaf dan pemakluman atasnya yaaa.. :)

Pesan Cinta mama’ku

3 komentar

Bismillah,..

Anakku! Aku hadir di tidurmu tuk mengingatkan bahwa keindahan hidup adalah ketika kita mensyukuri apa yang kita peroleh, ketika kita bisa tersenyum di saat cobaan datang, ketika kita bisa memaafkan walau sangat menyakitkan, ketika kita tetap peduli di saat orang lain lengah. Hidup yang indah bukan di saat semua impian terwujud, tetapi keindahannya terletak pada ketulusan hati menjalaninya, karena itu jangan melihat akhir dari suatu impian, tapi renungkanlah proses pencapaiannya..subhanallah.. 

sebuah ‘pesan cinta’ dari mama’ku yang kuterima hampir tengah malam kemarin saat mata telah hampir terpejam yang kemudian tertunda untuk terpejam karena membaca pesan cinta itu. menyeruak rasa heran, gelisah, penasaran, terharu, dan segudang rasa-rasa lainnya tatkala pesan itu tuntas kubaca. Sangat jarang mama’ku mengirimkan pesan cinta seperti itu bahkan ini yang pertama kali seingatku. Bukan karena mama’ku yang tidak cinta kepada anaknya jika hal itu harus diukur dengan pesan semacam itu, karena yakinku..mama’ku selalu mengirimkan pesan itu melalui doa-doa yang membubung ke langit. Maka jika mendapat pesan yang tidak biasanya seperti itu tentu banyak tanda Tanya yang hadir ke dalam kepala. Ada apa dengan mama’ku di sana hingga menghadirkan pesan cinta itu kepada anak-anaknya. Apakah ada sesak rindu yang coba dihadirkan oleh beliau? Adakah sepi menyeruak dalam relung hati beliau? Ahhhh mama’,…kucoba menebak resah hati yang kau rasa, mungkin tengah merindu anak-anakmu,.merindu yang sangat,.

Kuputuskan untuk tidak membalas pesan itu saat itu juga, karena takut mengganggu istkampus dengan segala rupa rasa-rasa yang jika diramu bisa menjadi nano-nano..letih..lelah..kepala brasa ngebul.. Akhirnya berhasil memenuhi janji diri semalam untuk menelpon mama’.

Mencoba meraba resah..rindu..khawatir..sepi..gelisah..yang mungkin tengah kau rasa ma’. Seperti itu juga sesungguhnya kurasakan di sini, walau terkadang tersimpan rapi di balik kesibukan dan akan menyeruak tatkala sepi menemani.

Maafkan jika anakmu ini terlalu sibuk dengan diri dan dunianya hingga terlihat ‘lupa’ dengan kalian,.. sungguh tak pernah ada kata itu dalam hati dan kepala anakmu ini. Karena sesungguhnya saya berada di sini, di tempat ini karena ingin membahagiakan kalian, ingin memenuhi harapan kalian, ingin melihat senyum menghiasi wajah kalian dan ingin memberi yang terbaik untuk kalian.

Sayang mama’-bapak, kakak-ade’…dan kan selalu ada ruang rindu untuk kalian..

“Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira.”



*Menulisnya ditemani hujan dan alunan nasyid ini…*
Satu Rindu
Hujan teringatkan aku
Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu Oh ibu

Alloh izinkanlah aku
Bahagiakan dia
Meski dia telah jauh
Biarkanlah aku
Berarti untuk dirinya
oh ibu oh ibu kau ibu

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu oh ibu kau ibu
oh ibu oh ibu

Hujan teringatkan aku
Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu
Kau ibu kau ibu kau ibu

Album : Semesta Bertasbih
Munsyid : Opick Feat Amanda

Jika Merindu Itu

2 komentar

Ukhuwah adalah engkau mencintai saudarimu seperti engkau mencintai dirimu sendiri,.
Ukhuwah bukanlah pelangi yang indah hanya dalam sekejap pandangan,..
Ukhuwah bukanlah matahari yang menerangi hanya setengah hari dari waktu kita,.
Ukhuwah tidak hanya bertemu untuk berpisah,.
Ukhuwah tidak hanya sebatas menanyakan kabar saudari seiman,.
Tapi ukhuwah adalah ikatan hati yang melekat dalam diri takkan ada putusnya, walau jarak dan waktu terbentang seluas samudra dan akan senantiasa ada dalam jiwa pemiliknya,.
Rindu berjumpa dengannya
Uhibbukifillah,..


Kalimat yang pada akhirnya kupilih untuk kukirimkan dalam sebuah pesan singkat ke beberapa orang yang kehadirannya menjadi begitu kurindukan sore ini,. Di sebuah sore yang lelah sepulang kuliah dengan jadwal yang cukup padat yang menyisakan letih danepada bayangan orang-orang yang telah hadir berbagi warna kehidupan denganku. Mengingat sosok itu satu persatu sanggup membuat perasaan haru dengan rasa rindu yang semakin terangkai jelas,.. merindukan mereka,..

Mereka,..yang keberadaannya saat ini hanya bisa kutemukan dalam sebuah bingkai indah bernama ‘kenangan’ dengan berbagai warna yang telah mereka torehkan,.. yang saat saya berada di masa sekarang ini barulah merasakan bagaimana sebuah ikatan itu terjalin tanpa saya sadari,. Sebuah ikatan hati atas nama sebuah persaudaraan karena Allah,. Yang kadang keberadaan mereka tergerus waktu dan teralihkan oleh banyaknya kesibukan namun saat hati tengah merintih merindu maka ada sudut-sudut hati yang memuarakan nama mereka.

Ada kalanya menjadi sangat merindukan saat-saat berada di tengah mereka,.. dahulu,.. seperti sore ini. Ingin rasanya berada di salah satu hari yang hanya ada saya dan mereka, memaknai secara mendalam apa yang telah kami rasakan ini sebelum tiba saat seperti sekarang, dimana jarak dan waktu terbentang seluas samudra dan kehadiran mereka serasa menjadi mustahil untuk kurasakan..

Tak lama setelah pesan itu kukirim, ada beberapa balasan pesan yang kuterima. Aahhh saudariku fillah, maafkan jika diri ini terkesan hanya menyimpan sedikit ruang di kepala untuk mengingati kalian, namun yakinlah selalu ada ruang yang tersedia di hati untuk senantiasa mengingati kalian dalam barisan doa yang terlayangkan ke atas langit yang mampu menembus jarak dan waktu pun itu seluas samudra..

Sungguh saya begitu merindukan kebersamaan bersama kalian, menyusuri hari di sebuah tempat bernama kampus,. beristirahat sejenak di sebuah tempat mungil bernama ‘sekret’ saat jeda kuliah,. berkumpul dalam sebuah lingkaran kecil di salah satu hari dari hari-hari yang kita miliki untuk mencharge ruhiyah-ruhiyah kita,. dan masih banyak kebersamaan lain yang jika kutuliskan akan menggulirkan air mata disertai sesak yang membuncah karena merindu kehadiran kalian.

Mungkin akan kutemukan kisah lain di kota ini, ntah akan seindah apa.. Menikmati kenangan bersama kalian selalu bisa membuahkan sebuah kesyukuran terbesar, betapa Allah menyayangi kita dengan semua cerita indah yang telah Ia berikan untuk kita miliki,..

Uhibbukifillah yaa ukh,.





Salahkah Jika Merasa Iri Kepadamu???

4 komentar


Yakinlah,..semua yang Allah takdirkan untuk kita adalah yang terbaik,..
Meski yang terbaik tak selalu jadi yang terindah dalam pandangan kita,..

Berkali-kali kudengungkan kalimat itu dalam kepalaku, berharap dengan cara itu ia akan masuk ke dalam sanubari dan menenangkan hati yang tengah berkecamuk. Iyyaa berkecamuk karena iri kepadamu kawan, yang telah menapakkan kakinya di sebuah alur baru dalam hidupmu yang sebentar lagi akan menjadi sempurnalah kau menapakinya. Alur yang kedatangannya beberapa waktu belakangan pun sungguh amat kunantikan kehadirannya, namun hingga kini masih sebatas angan yang belum mampu kugapai. Ahhhh dirimuuu….sungguh ingin pula hati merasakan itu kawan,.. sudikah berbagi sedikit rasa itu kepadaku,.. tapi dengan cara apa??? Ahhhh kembali kutepis harap yanrcampur bulir harap akan anganku..

Buatlah kesabaran ini menjadi indah dan kuatkan dalam menempuh kesabaran tersebut. Sesungguhnya tiada sebaik-baik penolong melainkan sabar dan shalat.. hanya kepadaMu Rabb,..yang mengetahui segala isi hati hambaNya yang pertolongannya begitu dekat; sedekat urat leher seorang hamba..

Kembali kuulangkan ‘mantra’ tersebut,.
Yakinlah,..semua yang Allah takdirkan untuk kita adalah yang terbaik,..
Meski yang terbaik tak selalu jadi yang terindah dalam pandangan kita,..