Temanku,...Dulu,...

8 komentar

Tasengiro kapang pinra pappojikku lao ri idi,
ta lao temmapesabbi limbang tasi malowang
apakah kamu mengira bahwa rasa sukaku kepadamu menjadi berubah
kamu pergi tanpa pamit melintasi lautan yang luas

Bismillah,..
Kalimat itu kubaca sore kemarin dari seorang temanku,..duluu,.. kutanyakan maksudnya apa dan dia membalasnya “idi’mi tu missengi’ ndi”. Maka kuurungkan niat untuk bertanya lebih lanjut khawatir pertanyaan dan jawaban itu akan semakin mengarah pada hal yang tidak kuharapkan. Serta merta ingatan berputar ke beberapa tahun yang telah lalu di masa-masa awal menjejakkan kaki di sebuah tempat bernama kampus.

Seingatku, di awal semester saya dan teman ini tak ada yang berbeda dengan saat saya bersama teman-teman yang lain. Berkumpul bersama di kelas menunggu dosen, bercerita mengenai apapun mulai dari hobi, asal daerah, sampai masa-masa SMA yang baru saja terlewati. Saya kurang ingat awalnya seperti apa sampai kami akhirnya sering pulang bareng, pulang barengnya dalam artian jalan bersama –dengan teman-teman yang lain juga- dari ruang kuliah yang letaknya agak di belakang sampe ke jalan raya tempat kami menunggu pete’-pete’ (sebutan angkot jika di Makassar) untuk pulang ke rumah masing-masing. Pulang bersamanya sebatas itu saja karena arah rumah kami berbeda hingga angkot yang kami naiki juga berbeda. Tak jarang jika saya masih ada urusan dengan dosen maka tanpa  saya meminta pun dia selalu menunggui saya hingga urusan saya selesai dan kami pulang bersama yang ini kadang hanya saya dan dia karena teman yang lain sering pulang duluan. Maka pernah di suatu sore setelah selesai kuliah, kami mampir ke warung depan kampus membeli minum dan tanpa sengaja bertemu teman yang berbeda jurusan. Melihat kami berdua spontan dikatakannya ‘yaaaah *menyebutkan nama saya*, itu pacar kamu yaaah????’ reaksi saya pertama? Salah tingkah laah kemudian tertawa ndak jelas kemudian berkata tegas ‘bukan, dia teman saya’. ia yang baru saja selesai membayar minumannya bertanya, ‘ada apa?’ kujawab saja ‘itu tadi teman saya nanya apa kamu pacar saya? lantas kujawab saja bukan, kamu itu temanku. Bahkan kamu kurasa seperti adikku’ kukatakan sambil mengucek rambutnya sedikit. Ia hanya tersenyum.

Begitulah kami melewati masa-masa awal menjadi mahasiswa, sering kuingatkan mengenai jadwal dan tugas-tugas kuliah, tapi bukan hanya ke dia hampir ke seluruh teman sekelas saya juga melakukan hal yang sama. Mungkin karena peralihan dari masa SMA yang serba jelas ke masa transisi menjadi mahasiswa masih sering terjadi teman saya lupa jadwal kuliah, ruangannya dimana, dosennya siapa dan tugasnya apa saja. Maka hampir selama menjadi mahasiswa saya menjadi reminder bagi mereka karena mungkin saya menjadi terbiasa dengan jabatan baru tersebut dan kelas terasa lebih terstruktur dengan cara demikian. Mendekati masa-masa PPL kemudian KKN maka seolah berhentilah jabatan tersebut kujalani tanpa SK pemberhentian sebagaimana awalnya jabatan tersebut kujalani pun tanpa SK pengangkatan. Hal tersebut di kemudian hari menjadi salah satu hal yang kurindukan,.. jabatan sebagai reminder bagi teman-temanku,..

Kembali pada temanku tadi,.. sejauh pada waktu itu yaa semuanya berjalan baik, masuk kuliah rajin walau kadang sering telat padahal semalam udah diingetin. Tugas tak pernah alpa walau kadang suka kocar kacir dulu, nilai juga lumayanlah karena ditunjang dengan kedua hal tadi. Pernah di suatu kesempatan saat pulang selepas kuliah kukatakan, “kamu lucu,.. selalu bisa membuat orang lain termasuk saya tertawa ntah dengan sesuatu yang benar-benar lucu atau karena gayamu saat menyampaikan hal yang sesungguhnya tidak lucu”. Dijawabnya “oh yaa??? Saya lucu??? Tapi jangan samakan saya dengan badut karena saya tidak ingin dibayar untuk menjadi lucu atau membuat orang lain tertawa”. Suara hehehe dariku menutup pembicaraan singkat kala itu.

Memasuki tahun kedua, saya mulai belajar sesuatu yang bernama “organisasi”, masuk ke dalamnya secara perlahan sambil memulai sesuatu baru lainnya yaitu “menuntut ilmu dien”. Ketiga hal tersebut: kuliah, organisasi, ngaji sangat kunikmati dan serius insyaAllah melakukannya. Naaah karena adanya penambahan rutinitas itu maka saya dan teman itupun mulai jarang pulang bersama karena selepas kuliah saya mulai ada kegiatan, jarang berkumpul berbincang dengan teman saat menunggu dosen, dan beberapa hal lainnya yang mau tak mau saya belajar menggunakan skala prioritas. Semakin hari mulai terasa ada yang aneh seiring dengan ilmu yang saya dapatkan pula di tempat ngaji. Maka suatu hari saya merenung lama, rasanya apa yang saya lakukan selama ini ‘sedikit’ berlebihan khususnya kepada teman laki-laki saya khususnya di teman tadi. Maka kuputuskan untuk bersikap sebagaimana batas-batas seharusnya, menghindari kesempatan untuk pulang bersama, mengingatkan hal-hal seputar kuliah saja tidak boleh keluar dari area itu dan mengurangi kesempatan untuk terlalu akrab dengan teman lelaki lainnya.

Tidak lama atas perubahan haluan tersebut sepertinya si teman mulai merasa ada yang berbeda dengan saya. beberapa kali menanyakan ada apa, kujawab singkat dan jelas dengan kata tak ada. Tapi sepertinya melalui pengamatannya ia bisa memahami apa yang membuat saya menurutnya ‘berubah’. Meihat saya disibukkan dengan belajar berorganisasi dan belajar agama secara lebih intens, sepertinya ia bisa menyimpulkan sendiri. Maka dari situ kami mulai menemukan kesibukan kami masing-masing, saya dengan apa yang kini kujalani, dia dengan apa yang dijalaninya. Bisa kulihat ia telah menemukan teman-teman baru dan gaya pertemanan baru, sedikit banyak mulai terlihat ketidak hadiran pada beberapa mata kuliah, tugas yang tidak masuk, nilai yang mulai menurun. Pernah suatu ketika mungkin di akhir semester karena prihatin dengan semua penurunan yang dialaminya, kutanyakanlah “kenapa semuanya terlihat berantakan?”, dijawabnya “karena kamu tidak lagi perduli padaku”. Kaget tiada terkira dengan jawaban semacam itu, kuputuskan untuk tidak melanjutkan ke sms selanjutnya. Berusaha tidak perduli karena kurasa bukan karena saya penyebabnya tapi karena dia sendiri yang tidak ingin melakukan hal terbaik untuk dirinya. Kelanjutannya suatu hari kakaknya menghubungi saya dan menanyakan ada apa dengan adiknya, kelihatan jauh lebih malas dan sering uring-uringan jika berada di rumah. Kusampaikan sejauh mana hal yang kuketahui dan patut diketahui oleh kakaknya.

Berlepas dari itu semua, waktu terus digulirkan oleh Sang Pemilik Waktu. Tahun demi tahun kulewati tanpa merubah keputusan yang dulu telah kusepakati dengan diriku sendiri. Selepas hal-hal itu pula si teman mulai dijodoh-jodohkan *jenis permainan tidak jelas dikalangan manusia khususnya remaja* dengan salah satu teman sekelas saya. Apa yang terjadi denganku??? Tak ada… biasa saja, malah kuanggap rasa ‘aneh’ yang dulu itu hanya hipotesis ku saja dan hal tersebut semakin memantapkan langkah saya dengan apa yang selama ini kulewati. Saya semakin tersibukkan dengan hal-hal yang telah saya katakan di atas yang akhirnya keseriusan saya berkuliah membuahkan hasil di akhir jabatan sebagai mahasiswa. Karena pada saat wisuda Alhamdulillah bisa menjadi MapRes tingkat jurusan dan Fakultas. Man Jadda Wa jada.. J

Di suatu semester akhirnya si teman pun terumumkan sedang berpacaran dengan seorang senior saya (heran juga sih awalnya, soalnya dijodoh-jodohkan ke siapaa pacarannya ke siapaa),.. hmmm kadang kaum pria suka aneh. Setelah itu saya tidak lagi mengikuti perkembangan yang terjadi di kalangan teman-teman karena pada akhirnya kami mulai tersibukkan dengan Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang mengharuskan kita mempraktekkan apa yang selama ini kita peroleh selama di bangku kuliah dalam kurun waktu 2 bulan di sebuah sekolah yang telah ditentukan. Berhubung jurusan saya adalah Pendidikan Luar Biasa maka kami PPLnya yaa di sekolah Luar Biasa (SLB). Tempat saya waktu itu adalah SLB Neg. Pembina TK. Provinsi Sulawesi-Selatan, salah satu SLB Negeri yang ada di Makassar.

Selepas PPL, tak berapa lama program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sudah di depan mata. Ini adalah mata kuliah terakhir sebelum bertemu dengan skripsweet alias skripsi. Naaah pada masa pengurusan KKN ini, intensitas bertemu teman seangkatan kembali meningkat apalagi selama 2 bulan jarang bertemu seolah ada rasa ‘rindu’ yang menuntut untuk dituntaskan. Bertemu teman kembali, tertawa bersama di bawah pohon, kesana-kemari tak tentu arah karena kami tidak lagi terikat dengan ruang kuliah. Hmmmmm sweet momet ^^

Naaah di masa-masa itulah saya pun sering bertemu dengan si teman,.. phisicly tak ada yang berubah dan di awal-awal pertemuan selepas PPL itu merasa canggung untuk bertukar sapa ataupun tersenyum. Namun tidak berlangsung lama karena pada saat menjelang pemberangkatan KKN, di suatu hari saat kami diberi pengarahan atau pembekalan sebelum berangkat ke daerah masing-masing si teman sempat membuka pembicaraan.
Si teman: “bagaimana, sudah siap ber KKN?”,
kujawab “insyaAllah”
Si teman: “oh yaaa hati-hatilah, apalagi baru kali ini kamu berada jauh dari orangtuamu. Kata orang-orang, biasanya sepulang KKN ada yang berubah lho, maka jilbab yang kau gunakan berangkat nanti, usahakan adalah jilbab yang sama yang kau gunakan pulang nanti. Untuk menandakan bahwa tidak ada yang berubah”
saya: melongo oneng!!!!!!!!!!!!!

Hari-hari menjelang keberangkatan tentu dipenuhi dengan persiapan menuju daerah yang telah ditentukan tersebut. Saat itu saya ditempatkan di sebuah kabupaten bernama Pinrang. Di sebuah pagi, sebuah sms masuk ke inbox ku dengan nama si teman tertera di layar. Isi sms tersebut adalah “uddani ka ri idi’”. Cuma tertawa konyol dan kubiarkan saja seperti itu, takut melakukan hal yang salah.

Mmmmmmm kupersingkat cerita, karena untuk masa KKN ada tempat dan masa tersendiri untuk bercerita tentang tiga huruf tersebut. Dengan si teman???? Kembali digulirkan waktu baik saya maupun si teman.

Hmmmm ceritanya dah kepanjangan niih kurasa, pada akhirnya sampailah kalimat kemarin sore itu yang kemudian kutuangkan di sini dan mengorek sedikit cerita tentang si teman. Entah apa maksud ini semua,.. yaaaah seperti itulah sedikit cerita tentang si teman. Kesimpulan akhirnya kuserahkan pada para pembaca sekalian sajaah :D


Minjem ke Mr. Gugel

Translate Bugis-Indonesia:
idi’mi tu missengi’ ndi = hanya kamu yang tahu itu de’
uddani ka ri idi’ = saya merindukan kamu

Tidak Seharusnya 'Ikatan' Itu Menyakiti

8 komentar

Yaaah,..tidak seharusnya ikatan itu menyakitkan. Karna ia bukan ikatan di kakimu yang akan menghalangi gerak langkahmu, bukan pula ikatan di tanganmu hingga membuatku kesulitan menggapai apa yau inginkan, terlebih bukan ikatan di lehermu yang membuatku tercekik, tak mampu bernafas dan lebih parah adalah membuatmu mati. Ia adalah ikatan pertemanan,… ikatan yang seharusnya tidak menyakitimu, bahkan sebaliknya seharusnya membuat hari-harimu penuh warna.

Ikatan pertemanan bagiku bukan sesuatu yang biasa bukan pula terlalu luar biasa karena masih ada ikatan yang lebih di atas ikatan pertemanan,..yaitu ikatan ukhuwah,..yang kesemuanya seharusnya tidak akan menyakitimu.
Tak ingin menganggapnya biasa, tak juga luar biasa. Tidak memperlakukannya secara biasa, tidak juga luar biasa, karena yang kuakui sebagai ikatan luar biasa adalah ikatan antara Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan shahabat-shahabatnya, ikatan yang tak tertandingi di bumi manusia.

Bagiku ikatan pertemanan itu memiliki kadarnya masing-masing, bukan berarti ada pembeda antara teman yang ini dan yang itu namun hatimu lebih tahu kemana ia merasa nyaman membicarakan hal-hal tertentu. Yaaah karena kita berteman dengan hati bukan sekedar dengan lisan. Maka wajar bagiku jika setiap teman memiliki ruangnya masing-masing di hati, ukuran dan tempatnya mungkin bisa berbeda tapi kuyakinkan bahwa kita tetap adalah teman yang akan memperlakukan secara baik satu sama lain, saling membantu, saling mendukung,.

Tak jarang dalam pertemanan pun bukan hanya yang manis saja yang akan kau cicipi, karna tak jarang asam, masam hingga pahitnya harus kau kecap karna itulah rasa keseluruhan dari sebuah pertemanan. Jika hati ini kadang meringis saat menemukan pahit itu maka yakinlah masih ada rasa manis lain yang terserak yang menunggumu. Jangan biarkan itu membuatmu semakin memperkecil ukuran ruangannya di hatimu.
Jika di suatu saat kau menemukan dirimu menjadi obyek candaan temanmu yang mungkin bagi mereka itu hanyalah sekedar candaan, bersenang-senang menurut mereka,.. sabarkanlah hatimu karena mungkin mereka sedang tidak bisa memposisikan diri jika berada di posisimu. Padahal kita semua memiliki rasa yang sama, mencari kenyamanan. Kembali lagi karena kita berteman dengan hati maka sekali lagi sabarkanlah hatimu.

Lantas jangan tanyakan mengenai apa itu sahabat,.. karena bagiku menyandingkan kata sahabat pada seseorang bukanlah hal mudah. Terlalu dini jika kukatakan kau adalah sahabatku karena hingga kini pun saya masih bergelut dengan diriku bagaimana berteman melalui hati, bukan sekedar melalui lisan. Karena kau tahu??? Berteman melalui hati itu sulit apalagi menyandingkan kata sahabat pada nama seseorang di antara teman-temanmu.

Berteman itu tidak menyakiti, seperti yang melingkar di kaki, tangan maupun lehermu yang membuatmu kesakitan. Tidak menyakiti melalui sikap dan tindakan, terlebih melalui kata. Karena bagiku, lebih menyakitkan jika itu berasal dari kata yang engkau ucapkan, itu akan langsung masuk ke telinga, tersimpan dalam memori dan menembus hingga ke hati.

(nasihat untuk diri sendiri, menata ulang pertemanan ini).

Bonus Akhir Tahun

4 komentar

Bismillah,..

Menjelang hari-hari berakhirnya tahun 2011 dan beralih menuju tahun 2012 *bolak-balik kalender*, tak jarang kan kabar-kabari seputar bonus akhir tahun mencuat ke permukaan. Entah dalam bentuk uang, hadiah, ataupun hari libur yang agak panjang dibanding hari-hari lainnya. Begitu pula di kalangan mahasiswa, tak lupa bonus akhir tahun juga kami dapatkan, dan tahukah kalian bonus akhir tahunku apa???? Jika ingin tahu, tengoklah ke bawah ini:

jreeeeng..jreeeeng..


SOAL UAS FILSAFAT ILMU S2
Dosen Pengampu: Dr. Y. Suyitno MPd.

Petunjuk:
Jawablah soal-soal berikut dengan disertai kajian pustaka dari buku The Grammer of Science dan sumber rujukan lainnya,
Jawaban ditik dg jarak 1,5 spasi, huruf font 12,
Jawaban diserahkan dalam bentuk hard copy, dengan cover judul jawaban UAS Filsafat Ilmu, nama, NIM, prodi, tahun angkatan, pada tgl. 13 Januari 2012 di Ruang Dosen FIP, disamping kantor prodi PGSD FIP, dr jam 9 s/d 12

Soal-soal
Bagaimana anda membuat klasifikasi permasalahan pendidikan, sehingga masalah-masalah pendidikan dapat dikaji berdasarkan kajian ilmiah, jelaskan secara tegas berdasarkan prinsip klasifikasi tertentu!
Jelaskan implikasi kajian ontology, epistemology, dan aksiologi ilmu pendidikan terhadap rumusan tujuan pendidikan, isi pendidikan/kurikulum, dan terhadap metode dan strategi pendidikan/pembelajaran.
Bagaimana implikasi dari pengetahuan baru terhadap teori metode ilmiah?, beri contoh dalam hasil-hasil temuan dalam bidang PKKh.
Bagaimana batas-batas ilmu (demarkasi) antara yang empiris  dengan yang metafisis? dan berikan kriteria-kriterianya menurut beberapa tokoh mazhab Wina.
Lakukan analisis secara detail terhadap kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) SDLB, dari mulai landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologisnya, sehingga dapat ditemukan dimana letak kelemahan dan kebaikannya!
Bagaimana anda melakukan kajian terhadap permasalahan pendidikan berdasarkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif? berikan contoh hasil-hasil penelitian dari kedua pendekatan tersebut!





Ujian Akhir Semester
Semester I Tahun Akademik 2010-2011
Program Studi Pendidikan Kebutuhan Khusus (S2)
Sekolah Pascasarjana-Universitas Pendidikan Indonesia
(Kelas Reguler-12 Januari 2012)


Soal:
Sebagai konsultan pendidikan inklusif, kelompok anda diminta untuk mengembangkan sebuah sekolah dasar menjadi sekolah inklusif. Untuk itu, anda merumuskan “Rancangan Pengembangan SD X menjadi Sekolah Inklusif”. Rancangan pengembangan tersebut harus mencakup:
Peningkatan sikap penerimaan seluruh komunitas sekolah (guru, siswa, orang tua) terhadap anak kebutuhan khusus.
Pengembangan kompetensi guru untuk dapat membuat semua siswa berpartisipasi dalam seluruh kegiatan belajar dengan mempertimbangkan: Asesmen & pendekatan pembelajaran, perkembangan anak, dan hambatan belajar.
Peningkatan aksesibilitas lingkungan fisik sekolah.
Pengadaan alat-alat bantu khusus untuk memungkinkan ABK mengakses kegiatan belajar bersama anak-anak lain di kelasnya.
Lain-lain (sebutkan secara spesifik).

Agar dapat merumuskan rancangan anda sesuai dengan konteks sekolah yang sesungguhnya,
Anda harus mengunjungi sebuah SD (yang belum diidentifikasi sebagai sekolah inklusif)
Anda harus mengunjungi sebuah SD yang sudah diidentifikasi sebagai sekolah inklusif sebagai bahan rujukan (baik rujukan positif maupun negative). Anda dapat menggunakan sekolah inklusif yang pernah anda observasi untuk tugas terdahulu.

Pelaporan:
 Anda diminta menyampaikan dua jenis laporan kelompok, yaitu (1) laporan tertulis dan (2) persentasi.
Laporan Tertulis
Menjelang persentasi, anda diminta menyerahkan 4 copy laporan tertulis beserta 1 SD soft copy.
Laporan disusun dengan kerangka sebagai berikut
Pendahuluan yang berisi rasional rancangan pengembangan yang terdiri dari landasan empiri dan teori. Landasan empiri dan landasan teori harus mencakup unsur-unsur: 1) Pendidikan Inklusif, 2) Hambatan belajar dan perkembangan anak, 3) Asesmen dan Pendekatan Pembelajaran
Metode pengumpulan data (data yang digunakan sebagai dasar rancangan pengembangan)
Rancangan Pengembangan
Rekomendasi 

Persentasi
Persentasi dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2012 mulai pukul 8.00
Masing-masing kelompok diberi waktu 20 menit untuk persentasi dan 40 menit untuk diskusi dengan tim penguji.
Presentasi diwakili oleh seorang anggota kelompok.

Penilaian:
Penilaian difokuskan pada:
Kejelasan rumusan gagasan, baik pada laporan tertulis maupun pada bahan presentasi, yang meliputi: kekomprehensifan, ketajaman analisis, dan keruntutan logika berfikir.
Interaksi pada saat presentasi (kemampuan menjawab pertanyaan penguji)
Dinamika kelompok pada saat pengerjaan tugas dan penyusunan laporan.
Relevansi dengan 4 mata kuliah sebagaimana disebutkan pada landasan empiri dan landasan teori (pendahuluan laporan).
Selamat Bekerja


Bagaimana???? Keren kan bonus akhir tahunnya??? *tertawa sumbang*
Yaah begitulah kurang lebih penggambaranku mengenai bonus akhir tahunku dan dari sana para pemirsa bisa menyimpulkan sendiri bahwa sepertinya tahun ini akan kututup bersama dengan laptop setiaku. Tenggelam dalam barisan huruf-huruf yang kadang tak kufahami maksudnya apa, heheee… menutup tahun tidak berada di rumah bersama orangtua dan sanak saudara melainkan di kamar kosan bahkan dengan jabatan sebagai satpam karena menjelang akhir tahun ini bersamaan dengan libur menjelang UAS di awal Januari nanti namun tugas UAS saya tetap tidak mau libur. Maka saat seluruh anak kosan mudik menikmati liburannya, saya dengan ketabahan hati dan kelapangan dada *ngusap wajah* mengatakan have a nice holiday and  don’t worry I’ll be here to keep our home till you come back *sok English, jangan diketawain kalo tata aturan katanya ngaco* hihiiiii…

etapiiii,…. Bonus akhir tahun saya di atas itu bisa dibagi lhoooo… ada yang mau??? Buat kalian para pemirsa yang baek hati, rajin menabung dan tidak sombong,..mungkin ada yang tergerak hatinya untuk membantu memberi saran, masukan, kritikan ataupun jawaban lengkap *itung-itung sedekah akhir tahun* heheee,.. maka itu sangat diharap dan dinantikan. :D :D :D

Terima kasih para pemirsa sekalian atas kesedian kalian membaca coret moret mumet ini,.. semoga bonus akhir tahun kalian jauh lebih menyenangkan,aamiin ^^

Kertas Baru

1 komentar

Bismillah,..

Alhamdulillah akhirnya selesai juga memperbaharui ‘kertas’ yang lama menjadi ‘kertas’ baru yang cantik nian ini. Rasanya ingin bersorak ala dora *berhasil..berhasil..berhasil..horee* :D

Di sela-sela sok sibuk ngerjain tugas UAS *itulah mengapa jarang menulis*, akhirnya kularikan sejenak pencarian jawaban soal-soal ujian itu ke blogku ini yang sudah beberapa hari sebenarnya kufikirkan mengapa tampilannya beberapa hari lalu berubah. Apakah karena saya jarang membuka atau memperhatikannya sehingga ia marah dan merubah dirinya?? Yang jelas tampilan itu kurang enak kulihat dan mungkin terlihat orang *GR kalo blognya diliat orang :D*. Telah kuutak-atik sana-sini juga tak berhasil mengembalikannya ke keadaan semula. Karena waktu itu benar-benar belum sempat mengutak-atiknya lebih jauh dan lagi tugas demi tugas ini mengalihkan duniaku maka jadilah untuk beberapa waktu lamanya kubiarkan si Pena Kecilku masih dengan kertas ‘buram’nya.

Sekaraaaaaaaang…jreeeeng..jreeeeng… inilah ‘kertas’ barunya yang telah melalui proses pemilihan dan pemilahan, pengutak-atikan, geser kiri-geser kanan yang Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan bagiku dan mudah-mudahn juga bagi para pembaca yang telah bersedia melirik sejenak ke tempat ini.
Akhir kata,..Miyahara Chan senang dengan kertas barunya si Pena Kecilku dan mudah-mudahan makin membuatnya rindu menulis di sini (^_^)





Sebab Diamku, Aku Ingin Mencintaimu Karena Allah

6 komentar

Bismillah... 

Diamku bukan karena bisu
Tak melihatmu bukan ku melupakanmu
Acuhkan kata-katamu bukan ku telah bosan padamu
Sungguh !... Karena kutakut salah niatku padamu..!!!

Pesan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:
"Jangan pernah kau menyalahkan cinta, tapi salahkan mereka yang menyalahgunakan cinta hingga berbuat dosa"
[astaghfirullaahu wa'atuubu ilaih]



Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,
Kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya
Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu
Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya
Karena mungkin saja orang yang kau cintai, adalah juga orang yang telah Allah Subhanahu Wa Ta'ala benar-benar pilihkan untukmu...

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali Radhiyallahu 'anhum?
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan
Dan pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan,..
Kekuatan harapan, kekuatan impian, hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan dan impian itu menjadi nyata
Dan cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap dan berdo'a pada-Nya ?

Dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam
Iyaa... biarkan... karena Allah Ta'alaa masih punya rencana dan 'hadiah' lain untukmu
Jika dia memang bukan milikmu, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah, dan orang yang tepat oleh Allah Subhanahu Wa ta'ala

Biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri
Berdiam di sudut hatimu dan menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu
Biarkan Allah Subhanahu Wa ta'ala menata hatimu...
Sudahkah aku pantas untuk dia? Benar-benar pantas...???
Biarkanlah jiwamu terbang bebas menjalani semua niatmu,
Yang terpenting, kita perlu berbaik sangka selalu pada Allah Ta'alaa
Pasangan kita, adalah cerminan sosok yang hampir mirip dengan kita...

Cintamu pada orang yang kau cintai dan sayangi, titipkanlah...
Titipkanlah pada Allah Ta'alaa...
Sebab hanya Allah Ta'alaa yang Maha Menjaga...
Di kala kau dan dia saling berjauhan...
Di kala kau dan dia saling memendam rindu, ingin bertemu...
Allah menjaga dengan menenangkan hatimu melalui dzikir dan tadabbur...
Cintamu pada orang yang sungguh-sungguh kau sayangi, adalah milik-Nya...

FSI Al Kautsar UNJ